9.1.11

dari sisi aku

Posted by Aira Kanaya at 1:00 PM 0 comments
Tertangkapkah olehmu
Apa yang ku rasa
Terus ganggu hatiku
Sering kali ku ragu
Ragukan pedulimu
Dan tak yakin kesungguhanmu

Reff:
Cobalah lihat dari sisi aku
Agar kau pahami
Coba kau dengar
Jerit hati kecil ini
Cobalah tuk mengerti
Sedikit saja

Meski aku ada, tapi seperti tak ada
Ku di sini, namun tak berarti

Cobalah lihat dari sisi aku
Agar kau pahami
Coba kau dengar
Jerit hati kecil ini
Cobalah tuk mengerti
Sedikit saja

Bridge:
Lihat... Lihat aku.. Izinkan sedikit egoku
Lakukan seperti mauku
Tataplah kedua mataku
Dan coba kira keinginanku

Cobalah lihat dari sisi aku
Sulitkah... Bisakah... Kau pahami

Cobalah lihat dari sisi aku
Agar kau pahami
Coba kau dengar
Jerit hati kecil ini
Cobalah tuk mengerti
Coba untuk mengerti
Sedikit saja
(Dari Sisi Aku - Tangga)

6.1.11

tanpa judul

Posted by Aira Kanaya at 12:50 PM 0 comments
Tolong ajari aku mengendalikan rindu
yang meliar bagai perdu di padang hatiku
Cinta lama yang bertahun-tahun kutebas
sepertinya selalu menolak meranggas
Akarnya yang keras menghujam terlalu dalam
menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam

Tolong ajari aku menerjemahkan pahit
yang perih menggigit tiap mataku menatap langit
Kemana saja kupalingkan kepala
ia selalu ada menyungkup semesta
Kucintai birunya dengan cinta paling purba
Kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda
Sementara jarak tetap saja membentang panjang
menggerus tahun-tahun lengang

Tolong ajari aku berhenti bermimpi
.....kini
Sebab padang hatiku jadi terlalu sunyi untuk kutinggali sendiri
Jemu menjamu sejoli pembunuh rindu -jarak dan waktu-
Berharap mereka menerkamku dan mengakhiri kesia-siaan ini

*lupa pernah baca puisi ini dimana. hehehe...*

Masih teringat kamu di sana dan segala cerita tentang aku dan kamu di suatu waktu, tak apa kan?
Tenang saja, aku pun masih ingat dengan jelas janjiku. dan tak pernah berniat untuk mengingkari.

aku bagimu

Posted by Aira Kanaya at 11:50 AM 0 comments
Aku pernah memintamu untuk tetap tinggal sejenak di sampingku, saat aku merasa seisi dunia bersikap sangat tak adil padaku. tapi kamu justru mengabaikan permintaanku.
Aku pun pernah memintamu untuk pergi dari hidupku, agar aku bisa terus melanjutkan hidupku tanpa terus menunggumu. tapi kamu tetap mengabaikan kataku.
Kamu memilih menjadi sang angin, yang datang dan pergi sesuka hati, tak ingin diikat ataupun dipaksa.
Masih bolehkah aku untuk tetap meminta padamu?
Dan kini kamu memintaku untuk ada di saat kamu membutuhkan seorang pendengar, pemberi saran, penyemangat, pembela, dan entah sebagai apa lagi.
Hei, siapa aku bagimu? Masih haruskah aku melakukannya untukmu? Melupakan sakit yang kurasakan saat kamu bersikap sebaliknya?
Tak tahukah kamu bahwa angin selalu menyisakan satu tanya yang tak pernah bisa terjawab, meski waktu telah rela menunggu lama, memberi kesempatan pada hati untuk merasa, dan mengalahkan ego yang dipaksakan.
Sebenarnya apa arti aku untuk kamu?

2.1.11

move on

Posted by Aira Kanaya at 8:09 PM 0 comments
"Lalu, bagaimana jika aku ingin kembali?"

"Yang bisa kamu lakukan hanya bergeser ataupun terus maju. Tak pernahkah kamu berpikir jika kamu berbalik di tengah jalan, kamu akan menyenggol perahu-perahu lain yang sedang berlayar di sekitarmu. Bahkan bisa jadi kamu akan menabrak mereka. Tentu hal itu justru akan lebih menyakitkan bagi banyak pihak bukan??"

"Ya, aku tahu.. Sekeras apapun usahaku untuk berputar dan berbalik arah, semua itu hanya akan sia-sia saja. Aku hanya bisa menoleh ke belakang tanpa bisa mendekat."

"Jangan lupa, di saat kamu menoleh ke belakang, perahu yang kamu kemudikan masih tetap berjalan ke depan. Jadi jika kamu tak ingin kehilangan arah tujuan, kamu tak boleh terlalu lama menoleh ke belakang. Ada kalanya kamu boleh menoleh ke belakang untuk tersenyum, memberi tahu padanya bahwa kamu sudah baik-baik saja tanpa ada dia di sampingmu untuk membantu mengemudikan perahumu. Bahwa kamu sudah baik-baik saja tanpa harus ada penyesalan lagi. Setelah itu kamu harus terus menatap ke depan, menyongsong hamparan masa depan yang bisa mulai kamu jalankan."

"Tak bolehkah aku berhenti sejenak ketika semua rasa itu terlalu menyakitkan?"

"Tentu saja kamu boleh berhenti sejenak untuk sekedar mengumpulkan kekuatan. Tapi ingatlah, ketika kamu berlama-lama merenungi perjalananmu, perahu-perahu lain terus melaju mendahului perahumu. Apakah kamu ingin terus tertinggal di belakang yang lain?"

"....."

Aku sudah benar-benar melepasmu... Tak perlu lagi semua cerita itu terus dipertanyakan kembali... Semua sudah usai di sini...

semangat baruuu

Posted by Aira Kanaya at 7:45 PM 0 comments
Ada banyak mimpi, keinginan, dan harapan yang ingin diwujudkan di tahun ini. Tapi yang pasti aku ingin bisa lebih berbahagia. Karena dengan merasa bahagia maka kita akan bisa memandang positif segala hal yang terjadi dalam hidup kita dan merasa bahwa apapun yang terjadi kita akan selalu baik-baik saja.
Terima kasih untuk kamu yang telah ikut memberi warna dalam coretan perjalanan hidupku. Meski tak selalu warna yang menyenangkan tapi telah membuatku semakin mengerti tentang hidup.
Semoga kita masih akan terus menuliskan kisah kita bersama di tahun ini, dan juga di tahun-tahun berikutnya. ^^
 

the other side of me Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei