Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya kita duduk berdua di satu ruangan. Hanya ada kita di sana. Suasana yang canggung bukan? Rasanya sangat aneh. Tak tahu apa yang mau dikatakan. Tak tahu apa yang harus diperbuat.
Sejauh itukah jarak di antara kita saat ini, Ma?
Bahkan setelah kamu melihat mata yang memerah, suara yang parau, dan senyum tipis yang dipaksakan, tak sedikitpun tanya yang terlontar darimu. Berpura-pura tak melihat, seakan tak ada apapun yang terjadi.
Apakah kini kita telah menjadi orang asing, Ma?
Selalu saja satu pertanyaan ini yang kembali terngiang. Siapa aku bagimu?
Showing posts with label cerita kita. Show all posts
Showing posts with label cerita kita. Show all posts
12.6.13
rumahku? rumah kita?
Bagiku rumah adalah suatu tempat untukku pulang. membagi tawa, membagi cerita. melepas lelah, melepas beban. tempat dimana kamu bisa nyaman menjadi dirimu sendiri. Tempat kamu bisa merasa benar-benar pulang.
Tapi.....
Tidakkah demikian untukmu?
Apakah rumah telah menjadi tempat yang menyakitkan bagimu?
Kenapa untuk tetap tinggal dan menyambut kami pun kamu mulai enggan?
Adakah tempat lain yang ingin kamu tuju?
Jika benar demikian, lalu untuk apa lagi aku bertahan di rumah itu?
Tapi.....
Tidakkah demikian untukmu?
Apakah rumah telah menjadi tempat yang menyakitkan bagimu?
Kenapa untuk tetap tinggal dan menyambut kami pun kamu mulai enggan?
Adakah tempat lain yang ingin kamu tuju?
Jika benar demikian, lalu untuk apa lagi aku bertahan di rumah itu?
Categories
cerita kita
18.4.11
8.4.11
wahai adikku...
Satu kata yang sering kamu lontarkan di hari itu... Entah dengan maksud dan tujuan seperti apa yang kamu harapkan sebenarnya. Suatu penegasan kah? Bahwa aku selamanya adalah adik bagimu. Titik.
Hei, apa kamu tak tahu? Masih belum sadarkah kamu bahwa saat ini kata itu masih sangat menyakitkan bagiku? Hanya akan memberi jarak yang semakin melukai, antara aku dan kamu, yang ku tahu dengan benar tak akan pernah menjadi kita.
...beri sedikit waktu agar ku terbiasa bernafas tanpamu...
P.S: aku telah memberi kesempatan pada waktu untuk terus maju, merelakan setiap kenangan. memberi kesempatan pada pikiran untuk belajar melogika perasaan, membiaskan angan dan harapan. tapi ternyata masih belum cukup juga.. maaf.... aku belum sanggup...
Hei, apa kamu tak tahu? Masih belum sadarkah kamu bahwa saat ini kata itu masih sangat menyakitkan bagiku? Hanya akan memberi jarak yang semakin melukai, antara aku dan kamu, yang ku tahu dengan benar tak akan pernah menjadi kita.
...beri sedikit waktu agar ku terbiasa bernafas tanpamu...
P.S: aku telah memberi kesempatan pada waktu untuk terus maju, merelakan setiap kenangan. memberi kesempatan pada pikiran untuk belajar melogika perasaan, membiaskan angan dan harapan. tapi ternyata masih belum cukup juga.. maaf.... aku belum sanggup...
Categories
cerita kita
21.2.11
kangen kamu
Aku kangen kamu... Sangat... Rindukah kamu padaku?
Tolong kirimkan cahaya padaku...
agar aku tidak merasa gelap di saat malam menjelang
agar aku tidak merasa sepi dalam keramaian
agar aku tidak merasa jenuh dalam kesendirian
Tolong kirimkan tanda padaku...
bahwa kamu juga selalu mengingatku
sebanyak taburan bintang di langit malam
sebanyak butiran air hujan yang membasahi bumi
sebanyak air di lautan samudera
Aku kangen kamu... Sangat...
Tolong kirimkan cahaya padaku...
agar aku tidak merasa gelap di saat malam menjelang
agar aku tidak merasa sepi dalam keramaian
agar aku tidak merasa jenuh dalam kesendirian
Tolong kirimkan tanda padaku...
bahwa kamu juga selalu mengingatku
sebanyak taburan bintang di langit malam
sebanyak butiran air hujan yang membasahi bumi
sebanyak air di lautan samudera
Aku kangen kamu... Sangat...
Categories
cerita kita
tangan-tangan kita
Kawan...
Ada apa denganmu?
Tak bisakah bagimu memaafkan?
Sulitkah bagimu melupakan?
Apakah kebersamaan kita selama ini harus musnah hanya karena satu kesalahan?
Aku tak pernah berniat membenarkan ataupun menyalahkan salah satu dari kita.
Aku tahu benar untukku belum tentu sama benarnya bagimu.
Begitu pula sebaliknya...
Kawan...
Aku hanya tak ingin kita saling melepaskan tangan..
Karena ketika kamu melepaskan pegangan tangan kita, maka aku tak akan berlari mengejar untuk tetap memintamu tinggal...
Tak pernah sedikitpun aku bermaksud semudah itu melepaskan.
Hanya saja aku tak ingin memaksa untuk tidak meninggalkan...
Ada apa denganmu?
Tak bisakah bagimu memaafkan?
Sulitkah bagimu melupakan?
Apakah kebersamaan kita selama ini harus musnah hanya karena satu kesalahan?
Aku tak pernah berniat membenarkan ataupun menyalahkan salah satu dari kita.
Aku tahu benar untukku belum tentu sama benarnya bagimu.
Begitu pula sebaliknya...
Kawan...
Aku hanya tak ingin kita saling melepaskan tangan..
Karena ketika kamu melepaskan pegangan tangan kita, maka aku tak akan berlari mengejar untuk tetap memintamu tinggal...
Tak pernah sedikitpun aku bermaksud semudah itu melepaskan.
Hanya saja aku tak ingin memaksa untuk tidak meninggalkan...
Categories
cerita kita,
cerita mereka
22.1.11
di persimpangan jalan
Kamu berkata aku berubah, berbeda, lebih cuek dan tidak peka. Tapi aku pun manusia biasa Kawan.. terkadang aku butuh waktu untuk diriku sendiri. Terkadang aku ingin kamu juga bisa mengerti aku. Bukankah itu wajar? Karena aku pun merasa kamu pun demikian adanya.
Kamu sudah berjalan lebih jauh di depanku Kawan.. Apa lagi yang kamu takutkan? Seharusnya aku yang merasa takut dan meminta kesediaanmu untuk tetap berada di sampingku, membantuku tetap berdiri di saat aku mulai rapuh dan terjatuh.
Aku tak meminta banyak padamu Kawan... Aku hanya ingin pengertian darimu..
Maaf jika aku masih sahabat yang buruk bagimu, tak seperti mereka yang menurutmu lebih baik dariku.
Maaf jika aku masih sering bersikap egois, memikirkan diriku sendiri, tak mendengarkan maumu.
Maaf jika aku cuek terhadap masalahmu, tak berada di sampingmu ketika kamu butuh kehadiranku.
Maaf jika aku tak peka terhadap kesedihanmu, tak menghiburmu saat kamu ingin mengusir semua resahmu.
Maaf jika aku tak bisa memberi tanggapan yang kamu harapkan di saat kamu bercerita.
Maaf jika selama ini kamu merasa aku hanya bisa menyusahkanmu, tak sedikitpun berarti bagimu.
Maaf Kawan... Aku benar-benar minta maaf...
Kamu sudah berjalan lebih jauh di depanku Kawan.. Apa lagi yang kamu takutkan? Seharusnya aku yang merasa takut dan meminta kesediaanmu untuk tetap berada di sampingku, membantuku tetap berdiri di saat aku mulai rapuh dan terjatuh.
Aku tak meminta banyak padamu Kawan... Aku hanya ingin pengertian darimu..
Maaf jika aku masih sahabat yang buruk bagimu, tak seperti mereka yang menurutmu lebih baik dariku.
Maaf jika aku masih sering bersikap egois, memikirkan diriku sendiri, tak mendengarkan maumu.
Maaf jika aku cuek terhadap masalahmu, tak berada di sampingmu ketika kamu butuh kehadiranku.
Maaf jika aku tak peka terhadap kesedihanmu, tak menghiburmu saat kamu ingin mengusir semua resahmu.
Maaf jika aku tak bisa memberi tanggapan yang kamu harapkan di saat kamu bercerita.
Maaf jika selama ini kamu merasa aku hanya bisa menyusahkanmu, tak sedikitpun berarti bagimu.
Maaf Kawan... Aku benar-benar minta maaf...
Categories
cerita kita,
cerita mereka
20.1.11
untuk kamu
Sudah bertahun-tahun kita bersama, mencoba untuk bisa seiring sejalan memberi warna indah persahabatan. Benar-benar terasa waktu yang sudah kita jalani bersama. Suka, duka, senang, sedih, tangis, tawa, marah, kecewa,. Semua pernah kita rasakan sebagai warna lengkap pelangi.
Meski jalan yang kita lalui tak selalu mudah, mulus dan lurus. Meski kerikil tajam sering membuat kita tersandung. Meski pemandangan yang ditunjukkan tak selalu indah. Dan meski terkadang jalan kita berselisih jalan. Tapi kita selalu percaya bahwa kita pasti mampu mengatasinya. Kita percaya bahwa akan selalu ada tangan yang siap menyambut kita, akan selalu ada telinga untuk mendengar keluh kesah kita, akan selalu ada mulut yang tak henti mendoakan dan memberi semangat, akan selalu ada hati yang menerima kita sebagai sahabat. Dan kita percaya bahwa perjalanan yang telah kita lalui bersama akan semakin menambah indahnya persahabatan.
Mungkin terkadang kita berselisih paham, berbeda jalan, saling bersinggungan, mendahulukan ego pribadi, tanpa sadar telah menyakiti, tak bisa saling mengerti, merasa kesal, sebal, marah, kecewa, dan perasaan negatif lain.
Tetapi kita juga pernah tertawa bersama, berjuang, saling memberi semangat, bercerita tanpa henti, melakukan kegilaan.
Kita pernah menorehkan warna, menerbangkan angan, menggapai mimpi, menciptakan kenangan, membuat beribu cerita yang semoga akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan kita.
miss u all guys.. ^^
Meski jalan yang kita lalui tak selalu mudah, mulus dan lurus. Meski kerikil tajam sering membuat kita tersandung. Meski pemandangan yang ditunjukkan tak selalu indah. Dan meski terkadang jalan kita berselisih jalan. Tapi kita selalu percaya bahwa kita pasti mampu mengatasinya. Kita percaya bahwa akan selalu ada tangan yang siap menyambut kita, akan selalu ada telinga untuk mendengar keluh kesah kita, akan selalu ada mulut yang tak henti mendoakan dan memberi semangat, akan selalu ada hati yang menerima kita sebagai sahabat. Dan kita percaya bahwa perjalanan yang telah kita lalui bersama akan semakin menambah indahnya persahabatan.
Mungkin terkadang kita berselisih paham, berbeda jalan, saling bersinggungan, mendahulukan ego pribadi, tanpa sadar telah menyakiti, tak bisa saling mengerti, merasa kesal, sebal, marah, kecewa, dan perasaan negatif lain.
Tetapi kita juga pernah tertawa bersama, berjuang, saling memberi semangat, bercerita tanpa henti, melakukan kegilaan.
Kita pernah menorehkan warna, menerbangkan angan, menggapai mimpi, menciptakan kenangan, membuat beribu cerita yang semoga akan menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan kita.
miss u all guys.. ^^
Categories
cerita kita,
cerita mereka
19.1.11
my rival is my best teacher
Dari awal aku sadar, aku bukan siapa-siapa jika dibandingkan dengan dia. Aku tak ada apa-apanya jika disandingkan dengan dia. Meskipun kamu tak pernah sedikitpun membandingkan aku dengan dia, menuntut agar aku setara dengan dia, melakukan hal yang sama dengan dia. Tapi tanpa dikatakan pun aku sudah tahu, aku kalah dari dia. Tentu tak salah jika kamu lebih memilih dia dibanding aku. Aku sudah tahu itu...
Aku pun sudah menyadari bahwa aku dan kamu berada di dunia yang berbeda. Aku tak bisa masuk dan mengerti duniamu, begitu pula kamu terhadap duniaku. Bukan karena dunia kita tak bisa bersatu, tapi kita tak pernah punya waktu dan kesempatan untuk menyatukan dunia kita. Sementara dia terlihat bisa mengerti duniamu. Aku bisa saja mengelak, merasa itu benar karena kalian punya waktu dan kesempatan untuk saling mengerti dunia masing-masing. Tapi itu adalah kenyataan yang terjadi. Tak perlu dipermasalahkan lagi.
Ketika melihat dia, sering aku berpikir "hebat, dia bisa seperti itu. sementara aku??"
Aku kagum dengan dia yang seperti itu. Tapi itu tak lantas membuatku iri pada dia. Ya, untuk apa aku iri? Tak ada gunanya bukan? Toh, aku sudah tidak mengharapkanmu, ingat? Jadi aku tak pernah dan tak perlu merasa iri pada dia. Hal ini justru memacu aku untuk terus memperbaiki diri. Aku semakin terpacu untuk mencoba melakukan berbagai macam hal. Aku menjadi semangat untuk terus belajar. Dari dirinya aku banyak belajar...
Meskipun bagi dia mungkin aku bukanlah siapa-siapa, tapi bagiku dia adalah salah seorang "guru terbaik"ku. Terima kasih untuk dia yang ada di sana... ^^
Aku pun sudah menyadari bahwa aku dan kamu berada di dunia yang berbeda. Aku tak bisa masuk dan mengerti duniamu, begitu pula kamu terhadap duniaku. Bukan karena dunia kita tak bisa bersatu, tapi kita tak pernah punya waktu dan kesempatan untuk menyatukan dunia kita. Sementara dia terlihat bisa mengerti duniamu. Aku bisa saja mengelak, merasa itu benar karena kalian punya waktu dan kesempatan untuk saling mengerti dunia masing-masing. Tapi itu adalah kenyataan yang terjadi. Tak perlu dipermasalahkan lagi.
Ketika melihat dia, sering aku berpikir "hebat, dia bisa seperti itu. sementara aku??"
Aku kagum dengan dia yang seperti itu. Tapi itu tak lantas membuatku iri pada dia. Ya, untuk apa aku iri? Tak ada gunanya bukan? Toh, aku sudah tidak mengharapkanmu, ingat? Jadi aku tak pernah dan tak perlu merasa iri pada dia. Hal ini justru memacu aku untuk terus memperbaiki diri. Aku semakin terpacu untuk mencoba melakukan berbagai macam hal. Aku menjadi semangat untuk terus belajar. Dari dirinya aku banyak belajar...
Meskipun bagi dia mungkin aku bukanlah siapa-siapa, tapi bagiku dia adalah salah seorang "guru terbaik"ku. Terima kasih untuk dia yang ada di sana... ^^
Categories
cerita kita
16.1.11
it's done
Mari kita permudah semuanya. Mungkin sudah saatnya kita akhiri saja semua kebohongan dan kepura-puraan ini. Maaf dan terima kasih. :)
Categories
cerita kita
6.1.11
aku bagimu
Aku pernah memintamu untuk tetap tinggal sejenak di sampingku, saat aku merasa seisi dunia bersikap sangat tak adil padaku. tapi kamu justru mengabaikan permintaanku.
Aku pun pernah memintamu untuk pergi dari hidupku, agar aku bisa terus melanjutkan hidupku tanpa terus menunggumu. tapi kamu tetap mengabaikan kataku.
Kamu memilih menjadi sang angin, yang datang dan pergi sesuka hati, tak ingin diikat ataupun dipaksa.
Masih bolehkah aku untuk tetap meminta padamu?
Dan kini kamu memintaku untuk ada di saat kamu membutuhkan seorang pendengar, pemberi saran, penyemangat, pembela, dan entah sebagai apa lagi.
Hei, siapa aku bagimu? Masih haruskah aku melakukannya untukmu? Melupakan sakit yang kurasakan saat kamu bersikap sebaliknya?
Tak tahukah kamu bahwa angin selalu menyisakan satu tanya yang tak pernah bisa terjawab, meski waktu telah rela menunggu lama, memberi kesempatan pada hati untuk merasa, dan mengalahkan ego yang dipaksakan.
Sebenarnya apa arti aku untuk kamu?
Aku pun pernah memintamu untuk pergi dari hidupku, agar aku bisa terus melanjutkan hidupku tanpa terus menunggumu. tapi kamu tetap mengabaikan kataku.
Kamu memilih menjadi sang angin, yang datang dan pergi sesuka hati, tak ingin diikat ataupun dipaksa.
Masih bolehkah aku untuk tetap meminta padamu?
Dan kini kamu memintaku untuk ada di saat kamu membutuhkan seorang pendengar, pemberi saran, penyemangat, pembela, dan entah sebagai apa lagi.
Hei, siapa aku bagimu? Masih haruskah aku melakukannya untukmu? Melupakan sakit yang kurasakan saat kamu bersikap sebaliknya?
Tak tahukah kamu bahwa angin selalu menyisakan satu tanya yang tak pernah bisa terjawab, meski waktu telah rela menunggu lama, memberi kesempatan pada hati untuk merasa, dan mengalahkan ego yang dipaksakan.
Sebenarnya apa arti aku untuk kamu?
Categories
cerita kita
22.12.10
tak akan pernah memilih
"...duduk sini Nak, dekat pada bapak. jangan kau ganggu ibumu..."
(Nak-Iwan Fals)
Tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa aku akan berada pada situasi seperti ini, harus memilih salah satu di antara kalian.
Aku menyayangi kalian tanpa terkecuali.
Tanpa ada kalian tentu saja saat ini tak akan ada aku di dunia ini.
Mungkin aku pernah berpikir dan merasa lebih memilih salah satu dibanding yang lain.
Tapi kini aku tak lagi beranggapan demikian, berkat kamu yang mengabaikan lukaku.
Aku tak akan pernah memilih salah satu di antara kalian.
Bukan karena aku tak bisa ataupun tak mau memilih.
Dan juga bukan karena aku lebih memilih untuk memiliki keduanya dibanding kehilangan salah satu.
Melainkan karena aku telah menentukan pilihan untuk membuat suatu keputusan.
Hanya akan ada aku dengan diamku, dan segala kesendirianku.
(Nak-Iwan Fals)
Tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa aku akan berada pada situasi seperti ini, harus memilih salah satu di antara kalian.
Aku menyayangi kalian tanpa terkecuali.
Tanpa ada kalian tentu saja saat ini tak akan ada aku di dunia ini.
Mungkin aku pernah berpikir dan merasa lebih memilih salah satu dibanding yang lain.
Tapi kini aku tak lagi beranggapan demikian, berkat kamu yang mengabaikan lukaku.
Aku tak akan pernah memilih salah satu di antara kalian.
Bukan karena aku tak bisa ataupun tak mau memilih.
Dan juga bukan karena aku lebih memilih untuk memiliki keduanya dibanding kehilangan salah satu.
Melainkan karena aku telah menentukan pilihan untuk membuat suatu keputusan.
Hanya akan ada aku dengan diamku, dan segala kesendirianku.
Categories
cerita kita
lingkaran trauma
Tak suka gelap.
Tak suka pertengkaran.
Tak suka suara keras.
Tak suka teriakan maupun bentakan.
Tak suka dering nada telepon.
Tak suka pertanyaan dari dia tentang kamu.
Tak suka ruangan itu di malam hari.
Tak suka hanya bersama dia saat tak ada kamu.
Tak suka ada kamu saat tak ada dia.
Tak suka dengar suara percakapan kamu.
Tak suka dengan itu.
Tak suka lihat kamu selalu dengan itu.
Tak suka lihat kamu sembunyi-sembunyi melakukan itu.
Tak suka melihat kamu tetap melakukan kesalahan, tak mempedulikan akibatnya, mengorbankan orang-orang di sekitarmu dan lebih memilih ego tunggal kamu.
Aku sangat tidak suka merasa tak berarti dan tak bisa berbuat apa-apa untuk melupakan ataupun memperbaiki semuanya.
Aku mulai mempertanyakan hidupku di sini.
Aku benci diriku yang trauma karena kamu!!!
Tak suka pertengkaran.
Tak suka suara keras.
Tak suka teriakan maupun bentakan.
Tak suka dering nada telepon.
Tak suka pertanyaan dari dia tentang kamu.
Tak suka ruangan itu di malam hari.
Tak suka hanya bersama dia saat tak ada kamu.
Tak suka ada kamu saat tak ada dia.
Tak suka dengar suara percakapan kamu.
Tak suka dengan itu.
Tak suka lihat kamu selalu dengan itu.
Tak suka lihat kamu sembunyi-sembunyi melakukan itu.
Tak suka melihat kamu tetap melakukan kesalahan, tak mempedulikan akibatnya, mengorbankan orang-orang di sekitarmu dan lebih memilih ego tunggal kamu.
Aku sangat tidak suka merasa tak berarti dan tak bisa berbuat apa-apa untuk melupakan ataupun memperbaiki semuanya.
Aku mulai mempertanyakan hidupku di sini.
Aku benci diriku yang trauma karena kamu!!!
Categories
cerita kita
unspeakable
Setiap tahun tak pernah aku lalai maupun berlagak lupa untuk memberi ucapan selamat kepadamu.
Meski selalu hanya ucapan tanpa barang yang bisa kuberikan padamu.
Tapi aku yakin kamu akan mengerti dan mau menerima keadaan itu.
Aku benar-benar bersyukur memiliki kamu di sampingku.
Aku juga benar-benar senang dan bahagia kamu ada untukku meski tak selalu.
Aku sadar sepenuhnya bahwa aku belum bisa memberikan sesuatu untukmu.
Aku belum bisa membalas semua jasa yang telah kamu lakukan untukku.
Aku belum bisa memenuhi semua ingin dan harapanmu.
Aku belum bisa membuatmu tersenyum bangga karena memiliki aku.
Tapi aku tak pernah lelah untuk berusaha memberikan yang terbaik untukmu, sesuai keinginanmu.
Aku selalu melaksanakan perintah darimu, meski terkadang awalnya aku merasa enggan, tapi pada akhirnya aku dengan ikhlas memenuhi kewajibanku.
Meski terkadang aku menunjukkan egoku, sikap tak baik, kata-kata kurang sopan, maupun wajah tak suka dan kurang puas terhadapmu, tapi kamu diam saja tidak memarahi aku.
Kamu mau mencoba untuk mengerti bahwa aku hanya seorang manusia biasa yang memiliki kekurangan dan kelemahan.
Aku bersyukur karena kita bisa belajar dan berusaha untuk saling mengisi dan menerima.
Tapi......
Suatu ketika semua mulai berubah drastis.
Kamu melakukan hal yang menurutku tak sepantasnya kamu lakukan.
Kamu menutup telinga dari pendapat dan omongan orang lain.
Kamu menutup mata melihat orang-orang di sekitarmu, yang menyayangi kamu dan seharusnya juga kamu sayangi, terluka akibat perbuatan egoismu.
Kamu berubah dan membuat keadaan di sekitarmu ikut berubah.
Kamu tak mau mengakui sakit hati dan luka yang kami rasakan karena perubahan itu.
Dan tahun ini, untuk pertama kalinya aku tidak memberi ucapan selamat padamu.
Aku tidak melakukan hal khusus untukmu.
Aku berpura-pura lupa pada hari spesial ini dan mengabaikannya.
Bukannya aku melupakan semua jasamu, tapi aku tak bisa mengucapkan kata-kata yang hanya manis di mulut tapi sakit di dada.
Meski mungkin tapi aku tak mampu mengatakannya.
Kata-kata itu terhenti, tak mampu kuucapkan, bahkan untuk sekedar tulisan seperti yang dilakukan orang lain.
Aku tak mampu melakukan semua itu.
Aku terlanjur kecewa kepadamu....
Aku sangat berharap keadaan bisa kembali seperti dulu kala, tapi aku bisa apa??
Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga kamu bisa kembali menjadi oang yang kukenal selama ini.
Maaf jika aku masih belum bisa mengucapkan padamu...
Meski selalu hanya ucapan tanpa barang yang bisa kuberikan padamu.
Tapi aku yakin kamu akan mengerti dan mau menerima keadaan itu.
Aku benar-benar bersyukur memiliki kamu di sampingku.
Aku juga benar-benar senang dan bahagia kamu ada untukku meski tak selalu.
Aku sadar sepenuhnya bahwa aku belum bisa memberikan sesuatu untukmu.
Aku belum bisa membalas semua jasa yang telah kamu lakukan untukku.
Aku belum bisa memenuhi semua ingin dan harapanmu.
Aku belum bisa membuatmu tersenyum bangga karena memiliki aku.
Tapi aku tak pernah lelah untuk berusaha memberikan yang terbaik untukmu, sesuai keinginanmu.
Aku selalu melaksanakan perintah darimu, meski terkadang awalnya aku merasa enggan, tapi pada akhirnya aku dengan ikhlas memenuhi kewajibanku.
Meski terkadang aku menunjukkan egoku, sikap tak baik, kata-kata kurang sopan, maupun wajah tak suka dan kurang puas terhadapmu, tapi kamu diam saja tidak memarahi aku.
Kamu mau mencoba untuk mengerti bahwa aku hanya seorang manusia biasa yang memiliki kekurangan dan kelemahan.
Aku bersyukur karena kita bisa belajar dan berusaha untuk saling mengisi dan menerima.
Tapi......
Suatu ketika semua mulai berubah drastis.
Kamu melakukan hal yang menurutku tak sepantasnya kamu lakukan.
Kamu menutup telinga dari pendapat dan omongan orang lain.
Kamu menutup mata melihat orang-orang di sekitarmu, yang menyayangi kamu dan seharusnya juga kamu sayangi, terluka akibat perbuatan egoismu.
Kamu berubah dan membuat keadaan di sekitarmu ikut berubah.
Kamu tak mau mengakui sakit hati dan luka yang kami rasakan karena perubahan itu.
Dan tahun ini, untuk pertama kalinya aku tidak memberi ucapan selamat padamu.
Aku tidak melakukan hal khusus untukmu.
Aku berpura-pura lupa pada hari spesial ini dan mengabaikannya.
Bukannya aku melupakan semua jasamu, tapi aku tak bisa mengucapkan kata-kata yang hanya manis di mulut tapi sakit di dada.
Meski mungkin tapi aku tak mampu mengatakannya.
Kata-kata itu terhenti, tak mampu kuucapkan, bahkan untuk sekedar tulisan seperti yang dilakukan orang lain.
Aku tak mampu melakukan semua itu.
Aku terlanjur kecewa kepadamu....
Aku sangat berharap keadaan bisa kembali seperti dulu kala, tapi aku bisa apa??
Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga kamu bisa kembali menjadi oang yang kukenal selama ini.
Maaf jika aku masih belum bisa mengucapkan padamu...
Categories
cerita kita
17.12.10
s a h a b a t
Aku tahu bahwa sahabat tidak akan menangis saat kamu bahagia, ataupun tertawa saat kamu menderita..
Dan mungkin kadang aku tidak bisa ikut tertawa saat kamu merasa senang.. atau ikut menangis saat kamu merasa sedih..
Tetapi ketika kamu mengalami semua itu, aku ingin ada di sana, di sampingmu, untuk kamu..
Itu saja.... ^_^
When you're down and troubled
And you need a helping hand
And nothing, nothing is going right
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest night
You just call out my name
And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I'll be there
You've got a friend...
(You've Got A Friend)
Dan mungkin kadang aku tidak bisa ikut tertawa saat kamu merasa senang.. atau ikut menangis saat kamu merasa sedih..
Tetapi ketika kamu mengalami semua itu, aku ingin ada di sana, di sampingmu, untuk kamu..
Itu saja.... ^_^
When you're down and troubled
And you need a helping hand
And nothing, nothing is going right
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest night
You just call out my name
And you know wherever I am
I'll come running to see you again
Winter, spring, summer or fall
All you have to do is call
And I'll be there
You've got a friend...
(You've Got A Friend)
Categories
cerita kita
7.12.10
matahari yang membutakan
~ bila sahabatmu adalah matahari dan kamu adalah bulan, apa yang akan terjadi kepadamu ketika pagi menjelang dan matahari terbit? apakah orang-orang di bumi akan bisa melihatmu di atas langit sana? ~
Pertanyaan yang akan selalu muncul ketika kita berada pada posisi dimana kita sebagai bulan melihat sahabat kita sebagai matahari. Apakah kita akan terlihat jika ada sahabat di samping kita yang memiliki terang lebih dari kita? Siapa kita jika dibandingkan dengan dia?
Perasaan iri terasa sangat wajar dan seringkali sangat dekat bersentuhan dengan kehidupan kita. Perasaan iri muncul ketika kita merasa lebih rendah dari orang lain, tak bisa menerima keadaan kita, dan terutama ketika kita tak bisa mensyukuri nikmat yang telah kita terima.
Dan kemudian kita jadi mengabaikan pertanyaan lain yang muncul. Apakah ada orang lain di sekitar kita yang JUGA merasa iri dan tersisih jika berada di samping kita??
Hei, terkadang rumput tetangga akan terasa lebih hijau jika dibandingkan dengan rumput di halaman kita sendiri, bukankah demikian?
Ya, kita akan selalu mengejar matahari yang menyilaukan mata hingga tanpa sadar membutakan penglihatan kita dari keadaan di sekitar.
Kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing Kawan.. Tak ada gunanya iri pada orang lain karena hal itu tak akan mengubah apapun. Kita hanya bisa berusaha lebih keras lagi demi memperbaiki diri kita sendiri. Kita hanya bisa pelan-pelan memperbesar dan memperluas sinar kita.
Bersikap dan berpikirlah secara dewasa, maka kita pun akan lebih dewasa.
Matahari tak pernah perlu untuk dikejar. Biarkan dia tetap berada di sana dengan sinarnya, dan kita di sini bersinar dengan kemampuan kita, memberi arti positif bagi diri sendiri dan merefleksikan kepada orang lain.
Kurasa itu lebih dari cukup...
Pertanyaan yang akan selalu muncul ketika kita berada pada posisi dimana kita sebagai bulan melihat sahabat kita sebagai matahari. Apakah kita akan terlihat jika ada sahabat di samping kita yang memiliki terang lebih dari kita? Siapa kita jika dibandingkan dengan dia?
Perasaan iri terasa sangat wajar dan seringkali sangat dekat bersentuhan dengan kehidupan kita. Perasaan iri muncul ketika kita merasa lebih rendah dari orang lain, tak bisa menerima keadaan kita, dan terutama ketika kita tak bisa mensyukuri nikmat yang telah kita terima.
Dan kemudian kita jadi mengabaikan pertanyaan lain yang muncul. Apakah ada orang lain di sekitar kita yang JUGA merasa iri dan tersisih jika berada di samping kita??
Hei, terkadang rumput tetangga akan terasa lebih hijau jika dibandingkan dengan rumput di halaman kita sendiri, bukankah demikian?
Ya, kita akan selalu mengejar matahari yang menyilaukan mata hingga tanpa sadar membutakan penglihatan kita dari keadaan di sekitar.
Kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing Kawan.. Tak ada gunanya iri pada orang lain karena hal itu tak akan mengubah apapun. Kita hanya bisa berusaha lebih keras lagi demi memperbaiki diri kita sendiri. Kita hanya bisa pelan-pelan memperbesar dan memperluas sinar kita.
Bersikap dan berpikirlah secara dewasa, maka kita pun akan lebih dewasa.
Matahari tak pernah perlu untuk dikejar. Biarkan dia tetap berada di sana dengan sinarnya, dan kita di sini bersinar dengan kemampuan kita, memberi arti positif bagi diri sendiri dan merefleksikan kepada orang lain.
Kurasa itu lebih dari cukup...
Categories
cerita kita
Subscribe to:
Posts (Atom)

