22.12.10

unspeakable

Posted by Aira Kanaya at 10:01 PM
Setiap tahun tak pernah aku lalai maupun berlagak lupa untuk memberi ucapan selamat kepadamu.
Meski selalu hanya ucapan tanpa barang yang bisa kuberikan padamu.
Tapi aku yakin kamu akan mengerti dan mau menerima keadaan itu.
Aku benar-benar bersyukur memiliki kamu di sampingku.
Aku juga benar-benar senang dan bahagia kamu ada untukku meski tak selalu.
Aku sadar sepenuhnya bahwa aku belum bisa memberikan sesuatu untukmu.
Aku belum bisa membalas semua jasa yang telah kamu lakukan untukku.
Aku belum bisa memenuhi semua ingin dan harapanmu.
Aku belum bisa membuatmu tersenyum bangga karena memiliki aku.
Tapi aku tak pernah lelah untuk berusaha memberikan yang terbaik untukmu, sesuai keinginanmu.
Aku selalu melaksanakan perintah darimu, meski terkadang awalnya aku merasa enggan, tapi pada akhirnya aku dengan ikhlas memenuhi kewajibanku.
Meski terkadang aku menunjukkan egoku, sikap tak baik, kata-kata kurang sopan, maupun wajah tak suka dan kurang puas terhadapmu, tapi kamu diam saja tidak memarahi aku.
Kamu mau mencoba untuk mengerti bahwa aku hanya seorang manusia biasa yang memiliki kekurangan dan kelemahan.
Aku bersyukur karena kita bisa belajar dan berusaha untuk saling mengisi dan menerima.
Tapi......
Suatu ketika semua mulai berubah drastis.
Kamu melakukan hal yang menurutku tak sepantasnya kamu lakukan.
Kamu menutup telinga dari pendapat dan omongan orang lain.
Kamu menutup mata melihat orang-orang di sekitarmu, yang menyayangi kamu dan seharusnya juga kamu sayangi, terluka akibat perbuatan egoismu.
Kamu berubah dan membuat keadaan di sekitarmu ikut berubah.
Kamu tak mau mengakui sakit hati dan luka yang kami rasakan karena perubahan itu.
Dan tahun ini, untuk pertama kalinya aku tidak memberi ucapan selamat padamu.
Aku tidak melakukan hal khusus untukmu.
Aku berpura-pura lupa pada hari spesial ini dan mengabaikannya.
Bukannya aku melupakan semua jasamu, tapi aku tak bisa mengucapkan kata-kata yang hanya manis di mulut tapi sakit di dada.
Meski mungkin tapi aku tak mampu mengatakannya.
Kata-kata itu terhenti, tak mampu kuucapkan, bahkan untuk sekedar tulisan seperti yang dilakukan orang lain.
Aku tak mampu melakukan semua itu.
Aku terlanjur kecewa kepadamu....
Aku sangat berharap keadaan bisa kembali seperti dulu kala, tapi aku bisa apa??
Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga kamu bisa kembali menjadi oang yang kukenal selama ini.
Maaf jika aku masih belum bisa mengucapkan padamu...

0 comments:

Post a Comment

 

the other side of me Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei